Perbedaan BRICS dan NATO

Perbedaan BRICS dan NATO


Perbedaan BRICS dan NATO
Perbedaan BRICS dan NATO

Di dunia terdapat beragam organisasi multilateral. Organisasi multilateral ini mempunyai tujuan, mulai dari peningkatan keamanan hingga peningkatan ekonomi serta budaya masing-masing anggota. Di antara organisasi tersebut adalah BRICS dan NATO . Berikut perbedaan BRICS dan NATO.

Keanggotaan

NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara merupakan organisasi pertahanan serta keamanan di kawasan Atlantik Utara, meliputi negara Amerika Serikat, Kanada hingga negara-negara Eropa. Hadirnya NATO tidak terlepas dari peran Amerika Serikat, setelah usai Perang Dunia II. NATO didirikan pada 4 April 1949 oleh 12 negara penggagas. Hingga saat ini, NATO mempunyai 30 negara anggota.

Sementara BRICS adalah forum internasional yang terdiri dari lima negara, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan South Africa (Afrika Selatan). Pada mulanya, forum ini bernama BRIC, hingga akhirnya pada September 2010, Afrika Selatan bergabung sehingga namanya menjadi BRICS. BRICS didirikan pada tahun 2006.

Tujuan

Pendirian NATO bertujuan untuk menjamin keamanan negara anggota melalui politik dan militer. Dalam hal politik, NATO membuka kerja sama dalam pertahanan dan keamanan guna memecahkan masalah. Sementara di bidang militer, NATO berupaya untuk menyelesaikan sengketa. Apabila upaya diplomatik gagal, NATO mempunyai kekuatan untuk melakukan operasi manajemen krisis.

Sedangkan tujuan didirikannya BRICS adalah selain untuk alasan perekonomian global , BRICS juga dibentuk untuk menjunjung tinggi perdamaian, kesejahteraan, hingga keamanan. BRICS berusaha adil serta menyeluruh dalam memberikan bantuan pembangunan setiap negara.

Kekuatan Militer

Melansir Youtube World Military Power, NATO mempunyai kendaraan lapis baja 113.632 unit, sementara BRICS mempunyai kendaraan lapis baja 53.862 unit. Kendaraan utilitas ringan militer yang dimiliki NATO adalah 153.389 unit dan BRICS mempunyai 78.860 unit . Kemudian, jet tempur yang dimiliki NATO adalah 22.872 unit, BRICS memiliki 10.553 unit.

BRICS merupakan singkatan dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan yang secara kolektif dipandang sebagai kekuatan ekonomi baru yang muncul.

Dikutip dari brics2021.gov.in, terbentuknya kelompok ini didasari atas fakta yang dikemukakan oleh bangsawan Britania Raya, Goldman's O'Neill, yang mencatat bahwa sementara PDB global ditetapkan naik 1,7% pada tahun 2002, negara-negara BRICS diperkirakan tumbuh lebih cepat daripada Kelompok Tujuh (G7)--tujuh ekonomi global paling maju yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Setelah melakukan pertemuan awalnya pada 2009 lalu, dan masuknya Afrika Selatan pada 2011, kini BRICS sudah mulai terpandang dan menjadi suatu perkumpulan yang menjanjikan teruntuk persoalan ekonomi.

Karenanya, terdapat beberapa negara yang ingin bergabung dengan BRICS. Berikut 4 negara yang Ingin bergabung dengan BRICS:

1. Iran

Dikutip dari Reuters, pada 28 Juni 2021 lalu, Iran yang memiliki cadangan gas terbesar di dunia telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri di Teheran, keanggotaan Iran di BRICS akan menghasilkan nilai tambah bagi kedua belah pihak.

2. Argentina

Bersamaan dengan Iran, Presiden Argentina Alberto Fernandez juga telah menegaskan kembali keinginannya agar negaranya bergabung dengan BRICS pada 2021 lalu.

Dilansir dari The Diplomat, pada Juni 2022, presiden negeri Tango tersebut juga telah memenuhi undangan Presiden China Xi Jinping untuk berpartisipasi dalam KTT 2022.

Ditambah pemberitaan dari media pemerintah Rusia yang mengungkapkan bahwa Iran dan Argentina telah mengajukan persyaratan resmi untuk bergabung dengan BRICS pada Juli 2022, membuat keikutsertaan kedua negara ini hanya tinggal menunggu waktu.

3. Mesir

Presiden Forum Internasional BRICS Purnima Anand mengungkapkan minat Mesir untuk bergabung dengan kelompok tersebut di mana posisinya akan dibahas pada KTT BRICS yang dijadwalkan tahun 2023 mendatang di Afrika Selatan.

Itu diungkapkan Anand ketika wawancara dengan surat kabar Rusia Izvestia. Menurut Anand, Mesir telah menunjukkan minat untuk bergabung dan bersiap mengajukan keanggotaan.

4. Arab Saudi

Menurut pemberitaan dari eng.globalaffairs.ru, setelah kunjungan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa ke Riyadh, dirinya mengungkapkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah menyatakan niat negaranya untuk bergabung dengan BRICS.

Diketahui bahwa Arab Saudi juga bersama Mesir, dan Turki memang telah menunjukkan minatnya untuk bergabung dengan blok ekonomi tersebut.

Diolah dari berbagai sumber:

- https://www.kompas.com/wiken/read/20...tanya?page=all[1]

- https://www.cnnindonesia.com/interna...ah-bergabung/2[2]

- https://ekbis.sindonews.com/read/947...ram-1669021896[3]

- https://dunia.tempo.co/read/1561950/...mbentukan-nato[4]

- [url]http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/29793/g.%20S1_20150510369%20_Bab%20III.pdf?sequence=7&isAllowed=y#:~:text=BRICS%20memiliki%20tujuan%20untuk%20membenahi,diberikan%20kepada%20negara%2Dnegara%20berkembang[/url]

Sumber 1 :
https://www.google.com/url?q=https:/...MI2X9kUPlyUQdT[5]

Sumber 2 :
https://international.sindonews.com/...udi-1669126283[6]

Bagi yang berminat dengan berita,sejarah maupun ulasan militer n strategi bisa bergabung dengan forum militer dunia di forum militer dunia kaskus

Forum Militer Dunia
https://www.kaskus.co.id/forum/1263[7]
#ForumKaskus via @KASKUS

channel-iconchannel-iconchannel-iconchannel-iconchannel-icon

Read more https://bit.ly/3gt9OUu